Secara harfiah, Manajemen Produksi terbangun atas dua kata, yaitu Manajemen dan
Produksi. Manajemen memiliki dua makna, manajemen sebagai posisi dan manajemen
sebagai proses. Manajemen Produksi dapat diartikan sebagai kegiatan yang
berhubungan dengan perencanaan, pengkoordinasian, penggerakan, dan pengendalian
aktivitas organisasi atau perusahaan bisnis atau jasa yang berhubungan dengan
proses pengolahan masukan (input, sumber daya produksi) menjadi keluaran
(output, produk barang maupun jasa) dengan nilai tambah yang lebih besar. Dari
pengertian tersebut, Manajemen Produksi memiliki beberapa unsur utama, yaitu:
- Manajemen Produksi adalah sebuah proses manajemen, sehingga
kegiatannya berawal dari aktivitas perencanaan dan berakhir pada aktivitas
pengendalian.
- Manajemen Produksi mengkaji kegiatan pengolahan masukan menjadi
keluaran tertentu, baik barang maupun jasa.
- Manajemen Produksi bertujuan untuk memberikan nilai tambah atau
manfaat lebih besar kepada organisasi atau perusahaan.
- Manajemen Produksi adalah sebuah sistem yang terbangun dari
subsistem masukan, subsistem proses pengolahan, dan subsistem keluaran.
Selanjutnya, kita perlu malihat definisi Manajemen Produksi atau Operasinal
sebagai suatu tipe ilmu manajemen dari manajemen fungsional perusahaan menurut
pandangan para pakar Manajemen Produksi atau Operasional. Menurut Chase dan
Aquilano (1995), Chase, Aaquilano dan Jacobs (2001), Russel dan Taylor (2000),
Adam dan Ebert (1992) pada pokoknya merupakan sejumlah kegiatan yang
berhubungan dengan pendesainan, kegiatan transformasi (operations), dan
perbaikan sistem yang berfungsi untuk menciptakan dan menyerahkan keluaran yang
dihasilkan oleh perusahaan, baik produk barang maupun jasa.
Pembuatan
keputusan merupakan elemen penting manajemen operasi dan produksi. Pembuatan
keputusan dapat dipandang dari berbagai perspektif yang berbeda. Pembuatan
keputusan merupakan keseluruhan proses pencapaian suatu keputusan dari
idetifikasi awal melalui pengembangan dan penilaian alternatif-alternatif
sampai pemilihannya.
Proses
pembuatan keputusan diawali dengan perumusan masalah yang
dilakukan dengan menguji hubungan sebab-akibat, mencari
penyimpangan-penyimpangan, dan yang paling penting adalah berkonsultasi dengan
pihak lain. Selanjutnya pengembangan alternatif-alternatif dengan mengumpulkan analisa data
yang relavan. Dari data tersebut ditentukan alternatif dikembangkan sebelum
diambil suatu keputusan.
Setelah
dikembangkannya alternatif maka langkah selanjutnya adalah evaluasi
alternatif-alternatif yang
tergantung pada kriteria pemilihan keputusan yang tepat. Evaluasi alternatif
dipermudah dengan penggunaan model-model matematik formal. Ini memungkinkan
pembuat keputusan untuk mengkuantufikasikan kriteria dan batasan-batasan serta
mengevaluasi berbagai alternatif berdasarkan kerangka model. Pemilihan
alternatif dilakukan untuk mengevaluasi alternatif-alternatif untuk
mempermudah alternatif yang tinggi. Alternatif yang terpilih sering hanya
berdasarkan jumlah informasi terbatas yang tersedia bagi manajer dan
ketidaksempurnaan keputusan manajer. Pilihan alternatif terbaik pun sering
merupakan komprom berbagai faktor yang dipertimbangkan.
Implementasi
keputusan. Suatu keputusan belum selesai sebelum diterapkan dalam
praktek. Langkah ini sama krusialnya dengan proses penmbuatan keputusan secara
keseluruhan. Pemahaman akan perubahan organisasional adalah kunci sukses
implementasi. Implementasi tidak sekedar menyangkut pemberian perintah, namun
dalam hal ini manajer harus menetapkan jadwal kegiatan atau anggaran,
mengadakan dan mengalokasikan sumberdaya yang diperlukan serta melimpahkan
wewenang dan tanggungjawab tertentu.
Melihat
pengertian Manajemen Produksi atau Operasional menurut para pakar di atas, maka
ada tiga kategori keputusan atau kebijakan utama yang tercakup di dalamnya,
yaitu sebagai berikut:
1.
Keputusan atau kebijakan mengenai desain. Desain dalam hal ini
tergolong tipe keputusan jangka panjang, dan dalam arti yang luas meliputi
penentuan desain dari produk yang akan dihasilkan, desain atas lokasi, dan tata
letak pabrik, desain atas kegiatan pengadaan masukan yang diperlukan, desain
atas metode dan teknologi pengolahan, desain atas organisasi perusahaan, dan
desain atas job description dan job specification.
2.
Keputusan atau kebijakan mengenai proses transformasi
(operations). Keputusan produksi atau operasi ini berjangka pendek, berkaitan
tentang keputusan taktis dan operasi. Di dalamnya terkait jadwal produksi,
gilir kerja (shift) dari personil pabrik, anggaran produksi, jadwal penyerahan
masukan ke subsistem pengolahan, dan jadwal penyerahan keluaran ke pelanggan
atau penyelesaian produk.
3.
Keputusan atau kebijakan perbaikan secara terus-menerus dari
sistem operasi. Karena sifatnya berkesinambungan (terus-menerus), maka
kebijaksanaan tersebut bersifat rutin. Kegiatan yang tercangkup di dalamnya
pada pokoknya meliputi perbaikan terus-menerus dari mutu keluaran, keefektifan
dan keefesinan sistem, kapasitas, dan kompetensi dari para pekerja, perawatan
sarana kerja atau mesin, serta perbaikan terus menerus atas metode penyelesaian
atau pengerjaan produk.
Berpijak
pada definisi tersebut maka Manajemen Produksi atau Opersional dibangun atas
tiga keputusan dan aktivitas utama, yaitu keputusan dan aktivitas desain,
transfrmasi, dan perbaikan terus-menerus atas sistem.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar